Cerita ini sudah cukup lama yaitu sekitar tahun 2009, dimana saya masih kelas 7 SMP. Suatu hari, guru fisika favorit saya datang menghampiri saya yang sedang duduk di kantin sekolah. betapa terkejutnya saya ketika mendapatkan kabar bahwa saya dipilih menjadi salah satu perwakilan tim olimpiade fisika yang akan mengikuti suatu lomba fisika tingkat smp se jawa timur. Setelah membaca brosurnya, ternyata lomba itu diselenggarakan salah satu universitas terbaik di Indonesia yaitu Universitas Airlangga.
Meski belum memiliki bekal yang cukup untuk mengikuti olimpiade berkelas itu, saya memberanikan diri untuk mencoba menghadapi lawan-lawan yang bermata sipit yang terkenal sudah sangat luar biasa dalam mengolah soal-soal fisika. Rasa percaya diri namun dicampur rasa gerogi ketika menjelang hari pelaksanaan olimpiade. Maklum, ini merupakan olimpiade yang saya ikuti di tingkat provinsi. Saya berusaha untuk tetap percaya diri da selalu optimis hingga hari pelaksanaan pun telah tiba.
saat olimpiade berlangsung saya sangat berjuang habis – habisan untuk memperoleh nilai terbaik se region jember. Namun soal yang sangat sulit dan banyak materi yang belum saya pelajari sebelumnya membuat saya menjadi pesimis untuk menang.
Setelah waktu pengerjaan berakhir, saya bersikap tenang seakan tidak ada apa-apa. Rasanya guru saya sudah tau jika saya tidak bisa menjadi salah satu peraih nilai terbaik yang akan menghadapi babak selanjutnya. hal ini benar saja, setelah menunggu beberapa jam, pengumuman dipasang di sebuah papan yang berada di SMAN 1 Jember. Nama saya terdapat di urutan ke 10, meskipun saya tidak lolos ke babak selanjutnya, namun saya masih merasa bangga karena bisa mendapatkan peringkat terbaik jika dibandingkan dengan teman-teman satu sekolah yang menjadi perwakilan.
Kata-kata yang membuat saya optimis yaitu “Awal yang baik, kamu pasti bisa berhasil di kemudian hari” suara bisikan dari guru favorit saya. Sejak itu saya berusaha untuk memenangkan suatu kompetisi. Saya diberi banyak kesempatan untuk mengikuti berbagai lomba fisika dan matematika di tingat jawa timur, namun selalu gagal. Hingga akhirnya saat saya kelas 8, saya mulai menikmati masa kejayaan yaitu menjadi salah satu siswa situbondo yang memiliki peringkat 16 besar di bidang fisika pada olimpiade sains nasional. Dan saya juga sering menjuarai olimpiade di tingkat kabupaten. Tidak hanya fisika, namun matematika juga.
Karena Kuis Fisika yang di adakan Unair inilah membuat saya menyukai fisika dan matematika, hingga akhirnya saya bisa menjuarai beberapa olimpiade dan lolos seleksi SBMPTN di salah satu universitas terbaik di Indonesia
No comments:
Post a Comment